Pengertian Penumpang Transportasi Udara Menurut Ilmu Penerbangan

Pengertian Penumpang

Penumpang Garuda Indonesia

Transportasi Udara adalah Moda Transportasi yang beroperasi di udara. Seperti halnya transportasi Darat dan Laut, Transportasi Udara juga memiliki fungsi yang beragam. Tergantung dari jenis Transportasi Udara itu sendiri.

Transportasi Udara juga ada berbagai macam jenis, Tergantung dari indikator dari jenis transportasi udara itu sendiri.

Pada artikel ini, Admin akan memberikan Informasi Tentang jenis-jenis transportasi udara berdasarkan 2 (dua) indikator yang berbeda, yaitu berdasarkan mesin penggerak yang dipakai dan berdasarakan penggunaannya.

Transportasi Udara Berdasarkan Mesinnya

Berdasarkan Mesinnya, Transportasi Udara terbagi atas 4 jenis, yaitu:

  1. Piston
    Jenis transportasi udara ini mempunyai kapasitas 3-8 orang. Pesawat ini lazim dipakai untuk penerbangan jarak dekat, serta untuk kepentingan tertentu. Semisal foto udara, penyemprotan udara, serta latihan penerbangan.
  2. Roket
    Kalau yang satu ini dikenal sebagai pesawat luar angkasa. Bahan bakar pesawat ini biasanya adalah bahan padat ataupun cair. Sebelum menjadi transportasi udara, roket terlebih dulu digunakan sebagai senjata.
  3. Turboprop
    Jenis pesawat ini mempunyai kapasitas 4 sampai 70 penumpang, serta hanya dipakai untuk penerbangan selama 2 sampai 4 jam. Prinsip kerja pesawat ini mirip dengan turbofan.  Adapun yang menjadi pembedanya adalah bahan bakar pada pesawat ini, yaitu alloy nikel. Selain bahan bakar tersebut, pesawat turboprop juga bisa memakai bahan bakar lain yang tahan akan suhu tinggi.
  4. Turbofan
    Jenis transportasi udara ini berbentuk pesawat jet dengan turbofan sebagai mesin penggeraknya. Pesawat ini beroperasi dengan cara menghirup udara, lalu udara tersebut dipadatkan oleh kompresor untuk kemudian dibakar. Hasil pembakaran itu nantinya akan memutar turbin bertekanan tinggi, lalu dikembangkan oleh turbin bertekanan rendah. Setelah itu, terbentuklah gas pembakaran yang keluar lewat noise.
    Ada dua bentuk dari pesawat bermesin turbofan, yaitu:

    • Airlines, merupakan pesawat jet bermesin turbofan yang dipakai untuk kepentingan komersial. Memiliki kapasitas 50 sampai 500 orang, pesawat ini bisa membawa penumpang untuk melakukan penerbangan jarak jauh.
    • Jet Executive, merupakan pesawat jet bermesin turbofan yang dipakai untuk kalangan tertentu. Para pelaku bisnis kelas atas biasanya memakai pesawat jenis ini. Pesawat ini mampu terbang dalam jangka menengah dan jauh, serta mampu menampung 4 sampai 16 penumpang.

Itulah jenis-jenis Transportasi Udara berdasarkan Mesin Penggeraknya. Di antara jenis-jenis transportasi udara tersebut, manakah yang pernah atau ingin Anda naiki?

Transportasi Udara Berdasarkan Penggunaannya

Pesawat Sriwijaya Air

Pesawat Sriwijaya Air

Selanjutnya Beralih ke Indikator lainnya. Seperti Indikator Sebelumnya, Seperti indikator sebelumnya, jenis Transportasi berdasarkan Penggunaannya juga terdiri atas 4 (empat) jenis yaitu:

  1. Pesawat Eksperimental
    Jenis transportasi udara yang pertama adalah Pesawat Experimental. Sesuai namanya Pesawat ini merupakan pesawat yang sedang diuji coba. Jenis transportasi udara ini biasanya mempunyai bentuk dan mesin yang berbeda dari pesawat pada umumnya.
  2. Pesawat Militer
    Sesuai namanya, jenis transportasi ini lazim dipakai untuk kepentingan militer. Jenis transportasi udara ini terbagi lagi menjadi tiga jenis. Pesawat tempur, pesawat intai, dan pesawat tempur latih adalah ketiganya.
  3. Pesawat Angkut
    Kalau yang satu ini fungsinya adalah untuk mengangkut barang. Pesawat bernama lain pesawat kargo ini bisa dipakai oleh pihak militer maupun sipil. Khusus untuk militer, pesawat ini lazim digunakan untuk mengangkut kendaraan, tentara, dan juga senjata.
  4. Pesawat Penumpang Sipil
    Jenis transportasi udara yang terakhir adalah pesawat penumpang sipil. Sesuai namanya, pesawat ini fungsinya adalah untuk mengangkut penumpang dari kalangan sipil alias non-militer. Transportasi udara ini bisa menampung penumpang sipil hingga 500 orang.
READ:  Mengenal Flight Information Display System (FIDS) Dalam Dunia Penerbangan

Dapat Disimpulkan Bahwa Transportasi Udara adalah setiap kegiatan dengan menggunakan Pesawat Udara untuk mengangkut penumpang, kargo, dan/atau pos untuk satu perjalanan atau lebih.

Sarana dalam transportasi udara adalah pesawat terbang dan prasarananya adalah Bandar Udara (Bandara).


Pengertian Penumpang

Pengertian Penumpang Transportasi Udara

Pengertian Penumpang Transportasi Udara

Dalam Perusahaan Jasa selain Pelanggan dan Konsumen kita juga akan mengenal istilah Penumpang, dimana sebenarnya secara harfiah sendiri tidak ada perbedaan mendasar dalam mengartikan Pelanggan, Konsumen dan Penumpang.

Karena pada hakikatnya sendiri, Penumpang juga merupakan Seseorang atau Sekumpulan Pelanggan dan Konsumen yang menggunakan suatu produk yang diberikan oleh Perusahaan Jasa.

Hanya saja istilah Penumpang tersebut lebih sering digunakan bagi mereka yang menggunakan sebuah produk jasa berupa angkutan dari perusahaan penyedia jasa terkait, baik itu angkutan Udara, darat ataupun laut.

  1. Dalam Konteks Umum, Definisi atau Pengertian Penumpang dapat diartikan sebagai seseorang atau sekumpulan orang yang diangkut dalam sebuah jasa angkut.
  2. Sedangkan Dalam Konteks Angkutan Udara R.S Damardjiat dalam bukunya yang berjudul Istilah–isitilah Dunia Pariwisata (2001:94) telah menjelaskan bahwa Arti Penumpang sendiri adalah setiap orang yang diangkut maupun yang harus diangkut ke dalam pesawat Udara maupun badan yang menyelenggarakan jenis angkutan tersebut.

Selain itu Pengertian Penumpang dalam konteks yang sama juga dijelaskan dalam Peraturan Menteri (PM) No. 49 Tahun 2012 Bab 1 ayat 5 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal, dimana dalam peraturan tersebut ditegaskan bahwa Penumpang adalah Seseorang yang namanya tercantum dalam Tiket yang dibuktikan dengan Dokumen identitas diri yang Sah serta memiliki Pas masuk Pesawat (Boarding Pass).

Sedangkan Pengertian Penumpang menurut PM 38 Tahun 2015 adalah orang yang menggunakan jasa angkutan udara dan namanya tercantum dalam tiket yang dibuktikan dengan dokumen identitas diri yang sah dan memiliki pas masuk pesawat (Boarding Pass).

Kesimpulan

Dari kedua pengertian yang telah dibahas tersebut maka dapat disimpulkan bahwasannya setiap Penumpang yang akan ikut dalam suatu angkutan Penerbangan wajib memiliki dokumen yang sah berupa tiket.

Dimana dalam tiket tersebut nama serta keterangan lainnya yang menyangkut identitas diri Penumpang harus sesuai dengan yang ada pada dokumen identitas milik Penumpang tersebut.


Penanganan Penumpang Angkutan Udara

Satu hal yang harus dipahami oleh Masyarakat pada umumnya yaitu, Suatu Perusahaan Jasa Angkutan Terutama dalam hal ini yaituJasa Angkutan Udara, Selama menjalankan kegiatan Operasionalnya pasti telah memiliki sebuah peraturan tetap (protap) berupa panduan yang berguna bagi kemudahan para Penumpangnya.

Panduan yang dibuat tersebut tentunya sudah mencakup semua proses yang berkaitan dengan Proses Penanganan Penumpang, mulai dari proses keberangkatan Penumpang hingga kedatangan Penumpang.

READ:  Pengertian Bagasi Penumpang Pesawat Udara Menurut Ilmu Penerbangan

Hal ini juga telah dijelaskan oleh Seorang Ahli bernama F.X. Widadi (2001:1) dimana menurutnya Passenger Handling atau Penanganan Penumpang merupakan tata cara pelaksanaan pelayanan yang diberikan terhadap Penumpang, dimana hal tersebut mencakup beberapa hal penting sebagai berikut :

  1. Reservation
    Reservation (Pemesanan) yaitu proses pemesanan tiket yang dilakukan oleh Penumpang untuk menentukan tujuan berpergian dan juga nomor tempat duduk yang diinginkan oleh calon Penumpang tersebut.
  2. Fare Calculation
    Fare Calculation (Penghitungan Tarif) adalah proses penghitungan tarif terhadap Penumpang pengguna angkutan Udara berdasarkan jarak tempuh maupun berat barang yang akan dibawa dalam suatu Penerbangan.
  3. Ticketing
    Ticketing (Penjualan Tiket) yaitu proses penjualan serta pembuatan tiket terhadap calon Penumpang yang akan ikut dalam suatu Penerbangan.
  4. Departure
    Departure (Keberangkatan) adalah proses keberangkatan yang harus dilalui oleh setiap Penumpang yang akan naik ke dalam pesawat.
  5. Inflight Service
    Inflight Service (pelayanan Penerbangan) yaitu proses pelayanan yang diterima oleh setiap Penumpang selama berada di dalam perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang.
  6. Transit / Transfer
    ransit/Transfer yaitu suatu Pelayanan terhadap Penumpang yang singgah sementara pada bandar Udara sebelum kembali melanjutkan perjalanan ke kota lainnya dengan menggunakan jadwal Penerbangan yang lain atau berikutnya.
  7. Arrival
    Sedangkan Arrival (Kedatangan) yaitu proses pelayanan yang diberikan terhadap Penumpang pada saat tiba bandara tujuan.

Itulah Informasi Lengkap Tetang Pengertian Penumpang Transportasi Udara Menurut Ilmu Penerbangan. Semoga Bermanfaat, Sekian & Terimakasih..

Spread The Love..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open WhatsApp
Butuh Bantuan?
Butuh Bantuan?
Hubungi Kami di WhastApp..